PROBOLINGGO – Pondok pesantren tak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Peluang inilah yang didorong Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Partai NasDem, Dini Rahmania, melalui gelaran Halal Expo Pondok Pesantren 2026 di pusat perbelanjaan KDS, Kota Probolinggo, Jumat (23/10/2026).
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan tersebut dihadiri ratusan santri dan perwakilan pengasuh pondok pesantren se-Probolinggo Raya. Acara berlangsung meriah, salah satunya saat para santri bersama-sama menyanyikan Mars Ya Lal Wathon.
Halal Expo ini tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan pesantren untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat daya saing melalui sertifikasi halal.
Dini Rahmania menilai pesantren memiliki modal besar untuk melahirkan wirausaha mandiri. Berbagai produk yang dihasilkan dari lingkungan pesantren, mulai makanan dan minuman, produk perawatan kulit, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya, dinilai memiliki peluang untuk berkembang di pasar yang lebih luas.
Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan akses pemasaran, pendampingan usaha, serta pemenuhan standar produk agar mampu bersaing dengan produk dari pelaku usaha lainnya.
“Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk meningkatkan penjualan produk UMKM pesantren. Santri tidak hanya mandiri dalam pendidikan, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi setelah lulus,” kata Dini.
Perkuat Ekosistem Ekonomi Halal di Probolinggo
Dukungan terhadap pengembangan UMKM pesantren juga disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi BPJPH, Farhan. Ia menilai Probolinggo memiliki potensi strategis untuk berkembang sebagai salah satu daerah yang berkontribusi dalam penguatan industri halal.
Letak geografis Probolinggo yang menjadi jalur transportasi dan logistik di kawasan Tapal Kuda Jawa Timur menjadi salah satu keunggulan. Selain itu, potensi pariwisata dan komoditas unggulan daerah, seperti mangga dan anggur, dapat menjadi peluang untuk mengembangkan produk halal yang memiliki nilai tambah.
Farhan mengapresiasi inisiatif Dini Rahmania dalam menghadirkan Halal Expo Pondok Pesantren 2026. Menurutnya, kegiatan semacam ini perlu dikembangkan sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis Probolinggo dapat menjadi salah satu daerah unggulan dalam pengembangan industri halal,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi juga berlanjut pada pendampingan konkret bagi pelaku UMKM dalam memenuhi persyaratan sertifikasi halal dan memperluas jangkauan pemasaran.
Sertifikasi Halal Jadi Modal Meningkatkan Daya Saing
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) turut memberikan sosialisasi mengenai pentingnya sertifikasi halal bagi produk yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia.
Sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan bahan baku yang digunakan. Proses produksi, penyimpanan, pengemasan, distribusi, hingga penyajian juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemahaman tersebut penting bagi pelaku UMKM pesantren agar mampu menjaga konsistensi kualitas produk, memenuhi persyaratan halal, serta memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan produk.
Bagi pelaku usaha, sertifikasi halal diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk di tengah persaingan pasar.
Dini menyebut Halal Expo Pondok Pesantren 2026 sebagai proyek percontohan pertama yang digelar di Probolinggo Raya. Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas pada tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha, termasuk dari Pasuruan dan wilayah lain di Jawa Timur.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung produk UMKM pesantren dengan membeli dan menggunakan produk lokal yang dipamerkan.
Ke depan, Dini berharap Halal Expo dapat menjadi agenda berkelanjutan sekaligus membuka peluang bagi produk unggulan pesantren dan daerah untuk menembus pasar nasional, termasuk melalui partisipasi dalam pameran di Jakarta.
Melalui penguatan sertifikasi halal, pendampingan usaha, dan perluasan akses pasar, UMKM pesantren diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi usaha mandiri yang memberikan manfaat ekonomi bagi santri dan masyarakat sekitar.
Penulis : Id
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews












