Jelang Hari Natal dan Tahun Baru, Inilah Daftar Alamat Lengkap Gereja di Kota Probolinggo

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar gereja merah kota Probolinggo

Gambar gereja merah kota Probolinggo

 

PROBOLINGGO,bolinggoNews.com – Di tengah hiruk pikuk Jalan Suroyo, Kota Probolinggo, sebuah bangunan kuno berwarna terakota menyala berdiri anggun. Itulah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel.

Lebih dikenal sebagai Gereja Merah, ia bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah penanda sejarah kolonial, simbol keberlangsungan iman, dan saksi bisu denyut toleransi di kota pesisir ini.

Cagar Budaya Berusia 163 Tahun
Dinding tebal Gereja Merah yang memancarkan pesona Gotik ini pertama kali didirikan pada tahun 1862. Usianya kini mencapai 163 tahun.

Arsitekturnya yang unik konon menggunakan sistem knock down yang materialnya didatangkan langsung dari Eropa menjadikannya salah satu gereja tertua yang masih aktif di Jawa Timur, bahkan disebut memiliki kembaran satu-satunya yang kini telah beralih fungsi di Den Haag, Belanda.

Rahmat (45), seorang pedagang di sekitar Jalan Suroyo, menuturkan betapa ikoniknya gereja ini. “Sejak saya kecil, warnanya sudah merah begini. Kalau Natal atau Paskah, selalu ramai.

Tapi setelah itu, mereka kembali seperti biasa, berdampingan dengan masjid dan pertokoan di sini,” ujarnya.

Warna merah pada fasad bangunan, selain berfungsi sebagai lapisan pelindung baja dari korosi udara pantai yang lembap, juga diyakini membawa makna spiritual yang mendalam bagi jemaatnya.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo Harap Persoalan Bosda Segera Tuntas

Namun, fungsi esensial gereja ini tak lekang: menjadi rumah doa dan pusat komunitas.

Gereja Merah, yang beralamat di Jalan Suroyo 32, menjadi titik mula yang dikelilingi oleh beragam tempat ibadah Kristen lainnya.

Jarak yang berdekatan antara satu gereja dengan gereja lain, bahkan antar denominasi, menciptakan pola kerukunan yang khas Probolinggo.

Tak jauh dari situ, di Jalan Suroyo 102, berdiri Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel, pusat peribadatan bagi umat Katolik.

Kehadiran kedua gereja besar ini dalam satu koridor yang sama mencerminkan kedekatan komunitas yang telah terjalin ratusan tahun.

Bergeser sedikit ke Jalan Cipto Mangun Kusumo 1, kita akan menemukan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW).

GKJW, dengan basis komunitas yang kental nuansa lokal, menjadi bukti bahwa kekristenan di Probolinggo juga berakar kuat pada budaya Jawa.

Beragam Aliran, Satu Kota
Keragaman itu tidak berhenti di situ. Di Probolinggo, berbagai denominasi gereja besar Indonesia juga memiliki jemaat yang aktif, mengukir peta spiritual kota:

Baca Juga :  Alat Berat Proyek Bikin Pipa PDAM Kota Probolinggo Pecah, Distribusi Air ke Ribuan Warga Lumpuh Total

Komunitas Pantekosta: Aliran Pantekosta, yang dikenal dengan kebaktiannya yang dinamis dan bersemangat, memiliki basis kuat. Sebut saja Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) dengan dua cabangnya di Jalan Letjen Suprapto, yakni GPDI Betlehem dan GPDI Mawar Saron.

Ada pula Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang tersebar di Jl. Sugiono (GBI Syalom) dan Jl. WR Supratman (GBI Pondok Daud).

Gereja Lain: Kelompok lain seperti Gereja Advent di Jl. Panglima Sudirman 17, Gereja Kristen Abdiel (GKAA) di Jl. Dr. Sutomo 92, serta Gereja Kristen Terang (GKT) di Jl. Suroyo 19, turut menyumbang warna dalam mosaik kehidupan beragama.

Di balik nama dan arsitektur yang berbeda, semua tempat peribadatan ini memiliki satu benang merah: menjadi poros spiritual yang memelihara kehidupan iman jemaatnya.

Keberadaan Gereja Merah sebagai landmark historis yang dikelilingi oleh belasan gereja dari berbagai denominasi menjadi narasi yang menarik.

Narasi tentang bagaimana Probolinggo, sebagai kota dengan dinamika yang tinggi, tetap mempertahankan dan merayakan keragaman, menjadikannya contoh nyata dari persatuan dalam perbedaan yang hidup berdampingan di tengah Jawa Timur.

Penulis : De

Editor : Nos

Sumber Berita : Berbagai sumber

Berita Terkait

Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Polres Probolinggo Kota Beri Penghargaan ke 10 Personel Berprestasi
260 Pesilat Muda Ikuti Walikota Cup IX Probolinggo, KONI Siapkan Atlet Menuju Porprov
Rutan Kraksaan Perbarui 100 Koleksi Buku Demi Genjot Minat Baca Warga Binaan
Sosialisasi Cukai Tembakau dan Rokok Ilegal Sasar RT/RW dan Tomas di Probolinggo
Viral Jual Beli Bansos, Dinsos Probolinggo Beri Respon Tegas
Sinergi Ulama dan Umara: Pengukuhan Pengurus MUI Se-Kota Probolinggo Masa Khidmat 2026–2031
Perkuat Sinergitas, DPC PPP Kota Probolinggo Gelar Audiensi dengan Wali Kota dr. Aminudin

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Minggu, 27 September 2026 - 10:22 WIB

260 Pesilat Muda Ikuti Walikota Cup IX Probolinggo, KONI Siapkan Atlet Menuju Porprov

Sabtu, 26 September 2026 - 11:35 WIB

Rutan Kraksaan Perbarui 100 Koleksi Buku Demi Genjot Minat Baca Warga Binaan

Kamis, 24 September 2026 - 19:40 WIB

Sosialisasi Cukai Tembakau dan Rokok Ilegal Sasar RT/RW dan Tomas di Probolinggo

Selasa, 22 September 2026 - 12:38 WIB

Viral Jual Beli Bansos, Dinsos Probolinggo Beri Respon Tegas

Berita Terbaru

Hukum

Maling Satroni Kandang, Dua Sapi di Probolinggo Raib

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:33 WIB