PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Pemerintah Kota Probolinggo resmi meluncurkan city branding baru bertajuk Probolinggo Kota BERSOLEK dalam acara Kilas Prestasi 1 Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo.
Acara itu digelar di Paseban Sena, Selasa (31/3/2026) Langkah ini merupakan wujud transformasi paradigma pembangunan, dari yang semula berorientasi global melalui Impressive Probolinggo City, kini bergeser pada penguatan potensi lokal dan pembangunan berkelanjutan.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, Sp.OG.(K)., M.Kes., menegaskan bahwa pembangunan daerah kini diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan daya saing dan ekonomi inklusif.
Branding BERSOLEK sendiri merupakan sebuah gerakan yang merangkum nilai-nilai inti, yaitu Bersih, Elok, Ramah, Sejahtera, Original, Lestari, Edukatif, dan Kreatif.
Melalui narasi ini, pemerintah ingin menghadirkan wajah kota yang lebih tertata, manusiawi, dan berdaya saing sebagai Teras Gunung Bromo.
Makna tersebut mencakup langkah bersama dalam menjaga harmoni alam serta merawat jati diri budaya demi mewujudkan kota modern yang sejahtera.
Selama satu tahun pertama, kepemimpinan ini difokuskan pada pembangunan fondasi yang kuat, di mana pemerintah hadir langsung di tengah warga dengan berkantor di kelurahan untuk merespons kebutuhan lapangan secara cepat.
Sejumlah capaian signifikan turut dipaparkan, salah satunya keberhasilan menekan angka kemiskinan hingga 0,69 persen dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,85 persen.
Di sektor lingkungan, kota ini meraih penghargaan Adipura berkat program pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti 1 RW 1 Tossa dan bank sampah
Sementara itu, di bidang sosial dan infrastruktur, pemerintah telah membagikan Kartu Amanah Co-Branding untuk integrasi bantuan masyarakat, melakukan sterilisasi Alun-alun, hingga menghadirkan akses kereta komuter yang menghubungkan Probolinggo dengan Surabaya
Pada sektor pendidikan, target penghapusan buta huruf terus dikejar melalui program Paket A, B, dan C, serta penyediaan lahan seluas 5,2 hektar di Kedungasem untuk mendukung Sekolah Rakyat.
Keberhasilan tata kelola pemerintahan yang amanah juga dibuktikan dengan realisasi pendapatan asli daerah yang mencapai 102,1 persen.
Mengakhiri laporannya, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Probolinggo Kota BERSOLEK sebagai gerakan bersama, karena kota yang hebat hanya bisa dibangun dengan rasa memiliki dari seluruh warganya.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com











