PROBOLINGGO, Bolinggonews.com – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (DKUP) berkolaborasi dengan TP PKK Kota Probolinggo menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan potensi lokal.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Batik Cap ‘GEMAS SANLOKA’ (Gerakan Memasyarakatkan Sandang Lokal) yang digelar Selasa (14/4) di Rumah Batik Probolinggo, Jalan Mastrip.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta perwakilan TP PKK Pokja 3 dari tingkat kelurahan dan kecamatan. Pelatihan ini menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pada sektor kerajinan batik sebagai salah satu produk unggulan daerah.
Kepala DKUP Kota Probolinggo, Slamet Suwantoro, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan teknis pembuatan batik cap.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kreativitas peserta dalam menciptakan motif inovatif. Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong munculnya usaha baru di sektor batik yang nantinya memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan ekonomi masyarakat,” jelas Slamet.
Senada dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Dokter Evariani, menegaskan bahwa GEMAS SANLOKA merupakan langkah nyata pemberdayaan perempuan agar lebih mandiri dan produktif.
“Peran TP PKK sangat strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga. Kegiatan ini sejalan dengan upaya peningkatan keterampilan serta kreativitas perempuan.
GEMAS SANLOKA menjadi momentum penting untuk membangkitkan kebanggaan masyarakat dalam menggunakan produk sandang lokal,” ungkapnya.
Dokter Evariani menambahkan bahwa pemanfaatan potensi lokal akan menciptakan produk bernilai ekonomi tinggi yang berdaya saing. “Ini adalah peluang usaha baru bagi keluarga.
Kita akan mulai dengan membangun kepercayaan pasar melalui kualitas produk yang dihasilkan. Dengan pembinaan yang konsisten, saya optimistis hasil karya kita akan diakui luas,” ujarnya.
Ia juga berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah wawasan serta mengimplementasikannya dalam kegiatan usaha yang berkelanjutan di lingkungan masing-masing.
Sebagai narasumber, hadir praktisi seni batik dari D’Aisya Batik, Yayuk, yang memberikan pendampingan teknis. Selain itu, para peserta juga dibekali peralatan batik agar dapat terus berlatih secara mandiri di rumah.
Sinergi antara Pemkot Probolinggo dan TP PKK ini diharapkan menjadi pilar penting dalam penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com











