PROBOLINGGO, Bolinggonews.com – Perjalanan para penumpang KA 249C Logawa dengan relasi Purwokerto – Ketapang pada Senin, 25 Mei 2026, sempat mengalami kendala yang tidak terduga.
Saat melintasi petak jalan antara Bayeman dan Probolinggo sekitar pukul 16.48 WIB, kereta tersebut terpaksa berhenti luar biasa di KM 100 + 1/2. Hal ini terjadi akibat gangguan pada sistem mesin (Engine System) lokomotifnya.
Menanggapi situasi tersebut, tim operasional PT KAI Daop 9 Jember langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan di lokasi.
Mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan penumpang di atas segalanya, pihak KAI memutuskan untuk mendatangkan Lokomotif Penolong (Lokpen). Lokpen tersebut akan menarik rangkaian KA Logawa agar perjalanan dapat kembali dilanjutkan.
Meski penanganan dilakukan dengan sigap, insiden ini menyebabkan perjalanan KA Logawa mengalami keterlambatan selama 65 menit. Keterlambatan terjadi saat tiba di Stasiun Probolinggo.
Kejadian yang berlangsung di sekitar area Bayeman ini juga sempat menarik perhatian warga setempat. Ismail, salah satu warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, menuturkan bahwa ia melihat aktivitas petugas di sekitar rel. Hal itu terjadi sesaat setelah kereta berhenti.
“Saya lihat kereta tiba-tiba berhenti, tidak lama kemudian petugas datang dengan cepat untuk mengecek bagian lokomotifnya.
Meskipun sempat bikin penasaran karena berhentinya di tengah jalan, saya lihat penanganannya cukup tenang. Tidak ada kepanikan berarti, dan akhirnya kereta bisa jalan lagi setelah ada lokomotif bantuan yang datang,” ujar Ismail saat mengamati situasi di sekitar lokasi.
Menanggapi kendala tersebut, Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, secara resmi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan. Permintaan maaf ini disampaikan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan, para penumpang KA Logawa juga diberikan service recovery sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Cahyo menegaskan bahwa dalam setiap penanganan gangguan operasional, keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama.
Pihaknya berkomitmen untuk terus menjaga keandalan sarana demi memastikan perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
“Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” tutupnya.
Penulis : Id
Editor : Inos
Sumber Berita : Bolinggonews











