Beginilah Cara Mantan Pelaku Pesugihan Penjual Soto Kaya Mendadak

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Bagi warga Bintaro, Tangerang Selatan, nama warung Soto Tangkar ini sempat menjadi legenda.

Sejak dirintis oleh sang kakek pada tahun 1995, kepulan asap dari kuali besar di samping rumah petak itu tak pernah berhenti menggoda selera. Kuahnya yang merah pekat, gurihnya jeroan, dan daging yang empuk seolah menjadi magnet bagi ratusan pelanggan setia dari generasi ke generasi.

“Rasa adalah harga diri,” begitu pesan mendiang kakek yang selalu tertanam di kepala Roy (nama samaran), sang penerus generasi ketiga.

Namun, di balik kelezatan yang diakui seantero kota dan omset yang mampu menyentuh angka Rp100 juta per hari, tersimpan sebuah rahasia kelam.

Warung soto yang tampak bersahaja itu ternyata berdiri di atas fondasi perjanjian gaib. Roy, dalam sebuah wawancara mendalam di kanal YouTube Ngopi Horor*

bersama host Sumar Adiw (Umang), secara blak-blakan membongkar sisi gelap bisnis keluarga yang nyaris merenggut jiwanya: Pesugihan Turun-Temurun.

Kejanggalan di Malam Pahing dan Misteri Hari Selasa

Sejak remaja, Roy sebenarnya sudah menangkap beberapa gelagat tidak biasa dari sang ayah, yang meneruskan usaha setelah kakeknya wafat. Setiap malam-malam tertentu—terutama Malam Pahing ayahnya memiliki ritual konstan setelah warung dikunci rapat.

Penyebaran Beras Putih: Lima genggam beras putih disebar merata di area depan warung.

Siraman Air Melati: Sebuah benda rahasia di gerobak soto harus disiram dengan air bunga melati yang harumnya menusuk hidung.

Sajian Makanan Segar untuk Tikus: Sang ayah kerap membawa masuk makanan dan jajanan pasar yang masih baru ke dalam warung kosong.

Ketika Roy bertanya, sang ibu berdalih itu hanyalah umpan untuk meracuni tikus. Logika Roy menolak; mengapa meracuni tikus harus menggunakan makanan segar yang mahal alih-alih sisa makanan pelanggan?

“Sudah, kamu fokus sekolah saja. Jangan mikir yang aneh-aneh. Doakan saja usaha ayahmu berkembang,” potong ibunya kala itu, meredam rasa penasaran Roy.

Tak hanya ritual malam, warung ini memiliki aturan operasional yang sakral. Mereka wajib tutup setiap hari Selasa, khususnya Selasa Kliwon. Selain itu, pesanan tidak boleh dilayani sebelum jam 10 pagi dan setelah jam 10 malam, apa pun alasannya.

Belakangan Roy menyadari, regulasi waktu tersebut bukanlah strategi bisnis, melainkan kontrak mati dengan dunia spiritual.

Tragedi Beruntun dan Warisan Perjanjian di Gunung Sindur

Roda hidup berputar cepat. Sang ayah tiba-tiba ambruk akibat pecah pembuluh darah otak saat sedang melayani pelanggan. Tak lama berselang, hanya dalam rentang waktu tiga bulan, sang ibu menyusul wafat secara mendadak.

Kematian beruntun ini menyisakan duka mendalam sekaligus kebangkrutan bagi Roy. Tabungan kuliahnya ludes, dan warung soto yang kini ia kelola bersama ibunya sebelum wafat, mendadak sepi nyenyak seolah kehilangan daya pikat.

Baca Juga :  Pelaku Pencurian HP Milik Wartawan Senior di Pro bolinggo Berhasil Diamankan Polisi

Di titik nadir itulah, Pascal, seorang kerabat lama keluarga yang baru kembali menjadi TKI di Turki, membuka kotak pandora. Pascal mengaku pernah mengantar ayah Roy ke sebuah tempat di daerah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, untuk meminta pelarisan.

Didera keputusasaan ekonomi, Roy yang awalnya awam dan tidak tertarik pada hal mistis, akhirnya meminta Pascal mengantarnya ke tempat yang sama. Targetnya satu: mengembalikan kejayaan omset soto tangkar mereka.

Di sebuah pemukiman biasa di Gunung SIndur, Roy bertemu dengan Engkong Bajun, seorang dukun sepuh yang fotonya bersama artis-artis papan atas terpajang di ruang tamu.

Di dalam kamar belakang yang penuh keris, kendi kuno, dan batu giok, Engkong Bajun langsung menebak niat Roy: meneruskan estafet pesugihan.

Ada tiga syarat mahar yang diajukan, yang mencerminkan kerumitan hukum gaib:

1. Mahar uang tunai sebesar Rp2,5 juta.

2. Uang tersebut tidak boleh berasal dari hasil pesugihan soto tangkar sebelumnya.

3. Uang harus dipinjam dari orang lain yang tidak mengetahui bahwa dana tersebut akan digunakan untuk ritual dukun.

Setelah syarat itu terpenuhi dan Roy menjalani ritual mandi air kembang yang sedingin es, Engkong Bajun memberikan instruksi pamungkas: Cari potongan bambu kuning yang tertanam di sisi kanan gerobak soto.

Benda itulah jimat pelarisan utama yang harus dirawat, dilap setiap hari, dan diberi makan ritual beras serta air melati di malam Pahing.

Teror Kucing Hitam dan Ultimatum Tumbal Orang Terdekat

“Engkong Bajun tidak meminta tumbal nyawa secara langsung di awal. Tapi, itu adalah bentuk ultimatum.

Jika ada satu saja amalan atau ritual yang terlewat, secara otomatis lelembut pesugihan akan mencari tumbalnya sendiri dari lingkaran keluarga terdekat,” kenang Roy dengan tatapan ngeri.

Pasca-ritual, warung soto tangkar meledak kembali. Pelanggan membeludak tanpa alasan yang rasional. Karena kewalahan, Roy mengajak sepupunya, Oo, untuk membantu.

Dua bulan berjalan, datanglah “sang penguji”. Seekor kucing hitam legam berbulu kusam masuk ke dalam warung—persis seperti yang diramalkan Engkong Bajun. Sesuai instruksi gaib, kucing ini tidak boleh diusir dan harus diberi makan sisa piring pelanggan.

Namun, Oo yang tidak tahu-menahu, refleks menendang kucing tersebut agar tidak mengganggu kenyamanan pembeli.

Malamnya, petaka menjemput. Oo tewas mengenaskan di tempat dalam sebuah kecelakaan motor tunggal.

Saksi mata menyebut, Oo membanting setir secara mendadak karena berusaha menghindari seekor kucing yang tiba-tiba menyeberang jalan.

Di situ pikiran saya mulai sensitif. Apakah ini akibat kucing yang ditendang siang harinya? Apakah serbuan teror sudah dimulai?

Asisten pengganti Oo bernama Andi juga tak bertahan lama. Baru tiga bulan bekerja, Andi mengajukan resign dengan wajah pucat. Ia mengaku selama dua minggu berturut-turut diteror mimpi buruk yang sama.

Baca Juga :  Kisah Pelaku Pesugihan Akibat Teror Pinjol

Mendiang kakek, ayah, ibu, dan Oo datang bergantian memberikan pesan seragam yang mengerikan: Tinggalkan tempat ini, atau besok kamu yang mati.

Detik-Detik Putusnya Kontrak Gaib Melalui Rukiah

Roy panik dan mencoba kembali ke Gunung Sindur. Naas, Engkong Bajun rupanya telah meninggal dunia dua minggu sebelumnya.

Teja, anak sang dukun, menolak keras melanjutkan profesi ayahnya dan enggan bertanggung jawab atas dampak pesugihan para “klien” terdahulu.

Roy pulang tanpa solusi, sementara teror di warungnya semakin menjadi-jadi.

Si Black (kucing hitam ritual) ditemukan mati misterius di bawah gerobak.

Lampu warung mati mendadak, meja-meja bergetar hebat sendiri, hingga Roy sempat dipalangi sosok hitam luar biasa jangkung saat pelarian tengah malam ke rumah Andi.

Menyadari nyawa sahabatnya terancam, Andi membawa Roy menemui seorang pemuka agama lokal, Ustaz Nur Hidayat.

Keputusannya bulat: memutus lingkaran setan ini melalui jalur rukiah syar’iyyah.

Proses rukiah yang digelar malam hari di dalam warung soto tangkar itu berlangsung mencekam.

Di atas sajadah, saat ayat-ayat suci Al-Qur’an mulai dilantunkan, Roy merasakan dadanya seperti dihantam godam besar. Kepalanya berat, dan pandangannya mengabur.

Dalam kondisi setengah sadar, Roy mengalami amnesia disosiatif akibat kerasukan. Menurut kesaksian Andi, suara Roy berubah menjadi berat dan parau, bermanifestasi sebagai entitas gaib penunggu warung.

Jin tersebut sempat bernegosiasi dan menolak pergi dengan alasan,Perjanjian ini dilakukan secara sukarela, tidak ada paksaan!

Ustaz Nur tanpa kompromi terus mengguyur gerobak soto dengan air doa. Roy mengalami kejang hebat hingga memuntahkan cairan hitam pekat dalam jumlah banyak ke dalam ember yang disediakan.

Setelah muntahan terakhir itu keluar, aura pekat yang menyelimuti tubuh Roy lenyap. Kontrak gaib berusia puluhan tahun itu resmi patah.

Menjual Rumah dan Memilih Hidup sebagai Pekerja Biasa

Trauma emosional dan spiritual yang dialami Roy menyisakan luka batin yang dalam. Kendati pasca-rukiah warung sotonya tetap ramai karena cita rasa dasarnya yang memang otentik, Roy memilih jalan radikal demi ketenangan jiwanya.

Pada akhir tahun 2018, ia resmi menutup total sejarah Soto Tangkar legendaris tersebut.

Rumah beserta warung soto di kawasan Bintaro itu dijual habis. Roy memilih pindah ke lingkungan yang sama sekali baru dan memulai hidup dari nol sebagai pekerja kantoran ikut orang lain.

“Lebih baik kerja ikut orang, pendapatan standar, tapi hati tenang. Tidak ada teror, tidak ada ketakutan dikejar dosa,” pungkas Roy menutup kisahnya di hadapan Umang.

Penulis : Id

Editor : Nis

Sumber Berita : @youtube

Berita Terkait

HUT ke-81 RI, Wali Kota Probolinggo Kunjungi 10 Bayi yang Lahir 17 Agustus
Detik-Detik Proklamasi, Pengendara di Probolinggo Kompak Hormat Merah Putih
Rutan Kraksaan Serahkan Remisi Umum HUT ke-81 RI: 188 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana
Polisi Pantau Lahan Jagung Jrebeng Lor untuk Dukung Ketahanan Pangan
Meriahkan HUT ke-81 RI, Warga Jrebeng Lor Probolinggo Gelar Lomba Lampu Hias Rumah
DPRD Kota Probolinggo Dorong Percepatan P-APBD 2026 demi Pembangunan Infrastruktur dan Kesejahteraan Guru
Dua Atlet Muaythai Probolinggo Sabet Medali di Kejurnas IMC 2026 Bekasi
Pemkot Probolinggo Bebaskan Denda PBB 2008–2025 Spesial HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:03 WIB

HUT ke-81 RI, Wali Kota Probolinggo Kunjungi 10 Bayi yang Lahir 17 Agustus

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Detik-Detik Proklamasi, Pengendara di Probolinggo Kompak Hormat Merah Putih

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Rutan Kraksaan Serahkan Remisi Umum HUT ke-81 RI: 188 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Polisi Pantau Lahan Jagung Jrebeng Lor untuk Dukung Ketahanan Pangan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:25 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI, Warga Jrebeng Lor Probolinggo Gelar Lomba Lampu Hias Rumah

Berita Terbaru