PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan memperkuat budaya akademik yang berintegritas, Komisi Penelitian dan Pengkajian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo bekerja sama dengan Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton menyelenggarakan Workshop Penguatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah Bereputasi.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada tanggal 12–14 juni 2026, bertempat di Kampus UNUJA, Paiton, Probolinggo.
Workshop ini dirancang untuk membekali para pengelola jurnal agar mampu menerapkan tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel. Selain itu, tata kelola juga disesuaikan dengan standar nasional maupun internasional.
Selain itu, forum ini berfungsi sebagai wadah kolaborasi untuk mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah yang bereputasi di lingkungan akademis.
Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Komisi Penelitian dan Pengkajian serta Komisi Komunikasi dan Informasi MUI Kota Probolinggo. Mereka dipersiapkan menjadi pengelola jurnal ilmiah.
Para peserta merupakan para akademisi, dosen, peneliti, serta pegiat literasi dan publikasi ilmiah. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Probolinggo dan sekitarnya.
Saat ini, MUI Kota Probolinggo tengah matang mempersiapkan layanan penerbitan jurnal ilmiah berbasis Open Journal System (OJS).
Ada lima jurnal strategis yang sedang dipersiapkan, yaitu Journal of Religion and Social Dynamics, Journal of Applied Mechanical System and Manufacturing, Journal of Education and Culture, Journal of Advanced Intelligent System, serta Journal of Social Transformation and Community Service.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi strategis yang komprehensif. Materi meliputi tata kelola jurnal berbasis Open Journal System (OJS), manajemen editorial dan peer review, etika publikasi ilmiah, strategi peningkatan akreditasi jurnal, indeksasi nasional dan internasional. Selain itu, peserta juga mendapat praktik terbaik dalam pengelolaan jurnal bereputasi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli yang berpengalaman dalam pengelolaan jurnal terakreditasi nasional maupun terindeks internasional, termasuk Prof.
Hasan Baharun. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik, diskusi interaktif, dan pendampingan teknis secara langsung.
Ketua Komisi Penelitian dan Pengkajian MUI Kota Probolinggo, Dr. KH. Hefny, yang juga merupakan dosen di UNUJA, menyampaikan bahwa penguatan tata kelola jurnal ilmiah merupakan langkah strategis. Ini penting dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset yang berkualitas.
“Jurnal ilmiah merupakan instrumen penting dalam diseminasi hasil penelitian. Oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional agar mampu menghasilkan publikasi yang kredibel, berkualitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kemaslahatan umat,” ujar Ra Hefny.
Sementara itu, Prof. Hasan Baharun selaku Wakil Rektor III Universitas Nurul Jadid menyambut baik sinergi yang dibangun bersama MUI Kota Probolinggo.
Menurutnya, kolaborasi ini memegang peranan krusial bagi ekosistem akademik.
“Kami menyambut baik sinergi yang dibangun bersama MUI Kota Probolinggo. Kolaborasi antara lembaga keagamaan dan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem riset dan publikasi ilmiah di Indonesia,” tegas Prof. Hasan Baharun.
Melalui workshop ini, MUI Kota Probolinggo dan Universitas Nurul Jadid berharap dapat melahirkan pengelola jurnal yang semakin profesional. Selain itu mereka juga ingin membangun jejaring kolaborasi yang kuat dalam meningkatkan mutu publikasi.
Ke depan, sinergi antara lembaga keagamaan, perguruan tinggi, dan komunitas akademik diharapkan mampu mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang berkualitas dan inovatif. Dengan demikian, karya ini akan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews











