PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Layanan KA Commuter relasi Surabaya – Probolinggo mencatatkan tren pertumbuhan positif yang signifikan. Dalam kurun waktu empat bulan sejak beroperasi di Stasiun Probolinggo pada Maret 2026, jumlah pengguna harian moda transportasi ini melonjak hampir 100 persen.
Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah penumpang tersebut membuktikan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi harian.
“Kenaikannya hampir 100 persen. Ini menunjukkan KA Commuter semakin dipercaya masyarakat sebagai pilihan transportasi yang praktis, nyaman, dan terjangkau untuk mobilitas menuju Surabaya maupun sebaliknya,” ujar Leza, Selasa (7/7/2026).
Data Pertumbuhan Penumpang
Berdasarkan data KAI Commuter, rata-rata jumlah penumpang harian yang pada awal operasional hanya berkisar 150 orang, kini telah meningkat signifikan menjadi 300 hingga 400 orang pada hari kerja.
Momentum libur sekolah pada 20–30 Juni 2026 menjadi katalisator lonjakan penumpang. Dalam kurun waktu tersebut, tercatat 6.600 penumpang menggunakan layanan ini, dengan rata-rata 500 hingga 600 orang per hari.
Bahkan pada akhir pekan, okupansi sempat menembus angka lebih dari 700 penumpang per hari.
Secara akumulatif, hingga akhir Juni 2026, KA Commuter telah melayani sekitar 57.800 penumpang dengan rata-rata harian mencapai 674 pengguna.
Pergeseran Pola Mobilitas
Fenomena ini turut memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan angkutan penumpang di wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember.
Sepanjang semester pertama 2026, total penumpang kereta api di wilayah tersebut mencapai 8,8 juta orang, atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 7,8 juta penumpang.
Peningkatan okupansi ini mengindikasikan adanya perubahan pola mobilitas masyarakat. KA Commuter kini tidak lagi sekadar menjadi moda wisata, tetapi telah beralih menjadi sarana transportasi rutin bagi pekerja, pelajar, dan masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi di Surabaya.
Sebaliknya, kemudahan akses kereta juga berdampak pada peningkatan arus wisatawan menuju Probolinggo.
“Tren positif ini menjadi sinyal bahwa layanan KA Commuter mulai berperan sebagai penggerak konektivitas wilayah,” tambah Leza.
Tantangan Layanan ke Depan
Tingginya antusiasme masyarakat menghadirkan tantangan tersendiri bagi pihak operator. Konsistensi ketepatan waktu, manajemen kapasitas rangkaian, serta kenyamanan penumpang menjadi faktor krusial yang harus dijaga agar tren pertumbuhan ini tetap berkelanjutan.
Jika pertumbuhan ini terus dipertahankan, KA Commuter Surabaya–Probolinggo berpotensi menjadi tulang punggung transportasi publik di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur, sekaligus menjadi katalis bagi pertumbuhan sektor perdagangan dan pariwisata daerah.
Penulis : Id
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews












