PROBOLINGGO– Momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Probolinggo ke-667 menjadi ajang refleksi sekaligus pijakan percepatan pembangunan daerah.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menegaskan komitmennya untuk membawa Kota Probolinggo menuju arah yang semakin terukur melalui penguatan sinergi Pentahelix serta tata kelola berbasis data (evidence-based).
Menjalani tahun kedua masa kepemimpinannya sejak dilantik, dr. Aminuddin menyampaikan rasa syukur atas dukungan seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah.
Menurutnya, fondasi pembangunan yang telah diletakkan dalam beberapa tahun terakhir telah berada pada jalur yang benar (on the right track).
“Di usia ke-667 ini, kita tentu berharap dukungan seluruh masyarakat terus mengalir. Dengan melibatkan semua komponen dalam konsep Pentahelix, kita dapat melihat pencapaian-pencapaian nyata.
Meski belum sempurna dan masih ada hal yang perlu diperbaiki, kita sudah berada di jalur yang betul untuk mendorong peningkatan kualitas pembangunan,” ujar dr. Aminuddin.
Salah satu fokus utama Pemkot Probolinggo dalam mewujudkan perbaikan kinerja pemerintah adalah melalui implementasi city branding “Bersolek”.
Konsep ini dirancang sebagai bentuk transformasi sistem proses pembangunan berbasis data (evidence-based).
Data-data inilah yang menjadi dasar bagi seluruh Perangkat Daerah maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak.
Pendekatan yang diterapkan adalah problem solving menyelesaikan permasalahan masyarakat satu demi satu untuk mencapai indikator kinerja utama pemerintahan.
Menatap masa depan, Wali Kota dr. Aminuddin juga telah menginstruksikan Bappeda untuk menyusun Rencana Pembangunan Long-Term Kota Probolinggo hingga tahun 2045.
Konsep rancangan jangka panjang hingga 20 tahun ke depan tersebut rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat.
Beberapa program strategis tata kota juga tengah disiapkan, di antaranya perbaikan kawasan Jalan Cokroaminoto, penataan wajah (face-off) kantor wali kota, serta revitalisasi Masjid Agung Raudhatul Jannah menjadi Masjid Emas.
Program renovasi ikonik ini diselaraskan dengan visi nasional mendukung cita-cita Indonesia Emas.
Selain itu, Pemkot Probolinggo terus berupaya mengokohkan peran daerah sebagai koridor utama pendukung pariwisata menuju destinasi wisata strategis Gunung Bromo.
Menjawab persepsi publik mengenai arah pembangunan yang sebelumnya terkesan menitikberatkan pada wilayah utara, dr. Aminuddin menegaskan bahwa saat ini fokus pembangunan telah digeser ke arah tengah dan selatan.
Langkah konkret yang dilakukan meliputi pemugaran Lapangan Sepak Bola Wonoasih (Istora Wonoasih) yang selama belasan tahun belum tersentuh perbaikan untuk difungsikan kembali sebagai ruang publik dan sentra kegiatan UMKM.
Pemkot juga melakukan pengembangan kawasan Sumber Mata Air Mutiara di Sumber Wetan serta memasang super corridor di kawasan selatan.
Di sisi lain, potensi lokal turut dibangkitkan melalui penguatan komoditas unggulan daerah.
Kejayaan kota anggur dihidupkan kembali melalui penanaman hampir 1.000 bibit anggur baru periode 2025–2026, yang juga dibarengi dengan agenda nasional Mangga Expo yang bakal diikuti oleh belasan provinsi di Indonesia.
Kelancaran berbagai agenda pembangunan tidak lepas dari hubungan yang harmonis antara Pemerintah Kota Probolinggo dengan DPRD.
Wali Kota mengapresiasi kolaborasi dan akselerasi penyusunan anggaran, seperti penetapan KUA-PPAS hingga Perubahan APBD (PAK) yang berjalan tepat waktu.
Hubungan eksekutif dan legislatif dinilai sangat mesra dan berkolaborasi dengan baik.
Proses penetapan anggaran dapat terlaksana lebih cepat tanpa kendala keterlambatan, sehingga akselerasi pembangunan dan penilaian kinerja pemerintahan kota dapat terjaga secara maksimal.
Penulis : Id
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews












