PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo menjadikan momentum peringatan Hari Jadi ke-667 sebagai ruang refleksi sekaligus peneguhan arah pembangunan kota.
Upacara peringatan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, di Alun-alun pada Jumat (4/9) pagi, mengusung tema “Bersolek Menuju Kota yang Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, jajaran Forkopimda beserta istri, Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin, pimpinan dan anggota DPRD, sekretaris daerah, kepala perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta apel.
Perjalanan Kota Probolinggo berakar dari peristiwa pembabatan Hutan Banger pada 4 September 1359, yang kemudian diresmikan oleh Prabu Hayam Wuruk sebagai pusat pemukiman dan perdagangan hasil bumi pada 28 September 1359.
Setelah Indonesia merdeka, statusnya ditetapkan sebagai kota administratif pada tahun 1950, yang menjadi landasan pembangunan terarah dan perluasan fasilitas publik hingga kini tumbuh menjadi kota dinamis yang menjunjung tinggi sejarah, budaya, keberagaman, tradisi, dan keterbukaan.
Semangat “Kota Bersolek” diwujudkan secara menyeluruh melalui berbagai sektor pembangunan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Di bidang kesehatan, Pemkot memperkuat layanan melalui Universal Health Coverage (UHC), digitalisasi posyandu, jam tangan kesehatan terintegrasi, pemenuhan gizi kelompok rentan, perluasan cek kesehatan gratis, serta penurunan prevalensi stunting yang tercatat turun menjadi 9,56 persen pada Desember 2025.
Sektor pendidikan juga didorong dengan membuka akses merata lewat program Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu Untuk Anak Tidak Sekolah (Sahabat ATS), pendidikan kesetaraan, penguatan PAUD, Sekolah Rakyat, hingga kolaborasi numerasi, sains, dan robotik bersama Prof. Masami Isoda dari University of Tsukuba, Jepang.
Pembangunan infrastruktur dan konektivitas diarahkan untuk menghadirkan kota yang nyaman melalui revitalisasi Alun-alun, peningkatan kualitas jalan, penanganan drainase serta permukiman, penerangan jalan, pengembangan GOR A. Yani, pengoperasian kereta komuter Surabaya Pasuruan Probolinggo, rencana renovasi Stasiun Probolinggo, pembangunan jalur rel ke pelabuhan, penyediaan hampir 100 titik Wi-Fi gratis, dan optimalisasi superapp B-LINK.
Di sektor ekonomi, UMKM, ekonomi kreatif, investasi, dan pariwisata terus didorong sebagai kota penyangga Bromo-Tengger-Semeru (BTS), termasuk suksesnya ajang Semipro 2026 yang mencatatkan perputaran ekonomi lebih dari Rp 3 miliar. Stabilitas harga turut dijaga melalui Gerakan Pangan Murah dan kerja sama antardaerah, membawa Probolinggo meraih peringkat ketiga nasional kategori pengendalian inflasi terbaik tahun 2026 berhadiah dukungan pemerintah pusat Rp 1 miliar.
Kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui program GotKu Resik, Kelurahan Bersolek, pengelolaan sampah dari rumah, bank sampah, satu RW satu kendaraan sampah, korve serentak di 200 RW dan 5 pasar, penanaman 1.000 bibit pohon, serta penyiapan pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di TPA Bestari berkapasitas minimal 70 ton per hari.
Sementara dalam tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik dikembangkan melalui kartu ATM co-branding Amanah Non-Kemiskinan bekerja sama dengan Bank Jatim untuk penyaluran honorarium RT, RW, kader posyandu, dan lembaga kemasyarakatan secara transparan dan akuntabel.
Di bawah kepemimpinan saat ini, Kota Probolinggo terus menorehkan berbagai penghargaan, antara lain opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sembilan kali berturut-turut, predikat AA “Sangat Memuaskan” dalam pengawasan kearsipan, UHC Award, hingga penghargaan pengendalian inflasi.
Wali Kota menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah akhir, melainkan pemicu semangat untuk terus meningkatkan pelayanan nyata bagi masyarakat.
Rangkaian apel peringatan hari jadi juga dimeriahkan dengan penyerahan tali asih kepada PNS purna tugas dan mitra deradikalisasi, serta pengumuman pemenang Lomba Arsip Foto Kuno oleh Disperpusip yang diraih oleh Raka Rizal Amin, Roni Ranggas Adi Putra, H. A. Siddiq, H. Kusnan, Indek Agustin, dan Susi Irawati.
Wali Kota menutup arahannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi demi mewujudkan Kota Probolinggo yang aman, tenteram, damai, dan sejahtera.
Penulis : Id
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews












