BOLINGGONEWS.COM – Di balik dinding rumah mewah seorang kontraktor sukses di Jawa Barat, tersimpan sebuah rahasia kelam yang melibatkan jerat mistis, manipulasi psikologis, dan puluhan wanita muda yang menjadi korban tanpa mereka sadari. Kasus pesugihan ini menjadi salah satu contoh nyata praktik kelam di masyarakat.
Praktik menyimpang ini terkuak setelah V, seorang tenaga pemasar lepas (freelance marketing) perbankan sekaligus teman lama pelaku, membeberkan kesaksiannya mengenai asal-usul kekayaan instan sang kontraktor yang berinisial F.
Jerat Hipnotis dan Target 100 Perawan
Aksi F disinyalir bermula sejak tahun 2020. Digerakkan oleh rasa sakit hati dan dendam akibat masa lalu yang dihimpit kemiskinan, F nekat mendatangi seorang kuncen di pedalaman Jawa Tengah untuk menjalani ritual hitam demi merubah nasib secara instan. Diduga kuat ritual pesugihan yang dijalani F telah membawanya pada jeratan mistis dan malapetaka.
Dalam kesaksiannya, V mengungkap alur manipulasi yang dilakukan oleh F. Dalam melancarkan aksinya, F menargetkan wanita muda, yang sebagian besar adalah mahasiswi, dengan cara didekati dan dipacari.
Setelah menjerat para korban, F secara keji menggunakan kemampuan hipnotis yang telah dibekali oleh sang kuncen. Efek dari manipulasi ini sangat kelam; setelah ritual usai, para korban dibungkam ingatannya sehingga sama sekali tidak mengenali F keesokan harinya.
Praktik ini diklaim membawa pertumbuhan harta yang sangat tidak wajar. Setiap kali tahapan ritual terpenuhi mulai dari korban pertama, ke-25, hingga ke-99 skala proyek kontraktor F melonjak secara drastis. Hal ini memungkinkannya memborong banyak rumah dan mobil mewah secara instan lewat jalan pesugihan.
“Dia mengaku sudah mencapai target ke-99. Dari luar, dia tampak seperti pengusaha sukses yang mengelola CV dan memegang izin IMB resmi, padahal ada harga psikologis yang harus dibayar oleh para korban,” tutur V.
Kematian Tragis Akibat Kelalaian Ritual
Aktivitas F yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi di sebuah kamar khusus yang gelap dan pengap pada akhirnya memicu insiden fatal.
Pihak keluarga, termasuk istri ketiga F, selama ini sama sekali tidak menaruh curiga karena F selalu berdalih bahwa kamar tersebut adalah ruang kerja yang membutuhkan fokus tinggi.
Namun, sebuah kelalaian besar terjadi ketika F lupa mengunci pintu ruangan tersebut setelah melakukan ritual. Seorang wanita lansia yang merupakan nenek dari istri F dan mengidap pikun secara tidak sengaja masuk ke dalam ruangan.
Kejadian tersebut berujung sangat tragis korban ditemukan tewas akibat benturan fatal di kepala. Selama ini, insiden tersebut hanya diyakini oleh pihak keluarga sebagai kecelakaan domestik biasa. Meski demikian, insiden tragis ini kerap dikaitkan dengan praktik pesugihan yang melibatkan tumbal.
Mengincar Pinjaman Bank sebagai Dana Talangan
Kasus ini mulai tercium ke permukaan saat F berencana mengambil proyek besar dari sebuah vendor yang membutuhkan modal tambahan hingga Rp1,5 miliar.
Karena target korban yang ke-100 di wilayah Jawa Tengah belum berhasil didapatkan, perputaran uang gaib pelaku dilaporkan sempat mandek.
Untuk menyiasati kekurangan modal tersebut, F mencoba memanfaatkan V untuk mengajukan pinjaman kredit mikro perbankan dengan jaminan sertifikat salah satu aset rumahnya yang kosong.
Dana dari bank tersebut rencananya akan digunakan sebagai ‘dana talangan’ bisnis sementara, hingga ritual ke-100 selesai dilaksanakan. Pada akhirnya, pesugihan menjadi jalan pintas yang berisiko tinggi.
Hingga saat ini, kisah kelam tersebut menjadi peringatan keras akan bahaya laten manipulasi psikologis dan kejahatan terselubung yang menyasar kelompok rentan, khususnya di koridor Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Penulis : Id
Editor : Farid
Sumber Berita : Yt malam mencekam












