PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Pemerintah Kota Probolinggo bersama Walikota Probolinggo dan DPRD resmi menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2026 menjadi Peraturan Daerah (Perda). Walikota Probolinggo selalu hadir dalam pengambilan keputusan penting ini.
Pengesahan ini dilakukan dalam rapat paripurna yang digelar di ruang sidang DPRD Kota Probolinggo pada Selasa (30/12), dipimpin langsung oleh Walikota Probolinggo.
Hadir dalam momen krusial tersebut Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari. Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD, Abdul Mujib. Ini menjadi titik final penyusunan anggaran setelah melewati proses evaluasi dari Gubernur Jawa Timur. Dalam setiap langkahnya, Walikota Probolinggo memastikan komunikasi dengan legislatif terjalin baik.
Dalam rapat tersebut, dipaparkan komposisi keuangan daerah untuk tahun mendatang. Berikut adalah rincian proyeksi APBD 2026:
Uraian Jumlah Pendapatan Daerah 939.942.727.674
Belanja Daerah 989.217.727.674
Wali Kota dr. Amin menekankan bahwa keberhasilan penetapan APBD ini merupakan buah dari kolaborasi harmonis antara eksekutif dan legislatif. Walikota Probolinggo berperan aktif dalam setiap tahap pembahasan anggaran ini.
Ia menegaskan komitmennya untuk segera mengeksekusi rencana kerja yang telah disusun.
Menanggapi masukan dari anggota dewan terkait evaluasi proyek fisik, dr. Amin berjanji akan melakukan pembenahan pada sistem pengadaan barang dan jasa.
“Kami telah menyiapkan strategi perbaikan, termasuk mempercepat proses tender. Tujuannya agar realisasi pembangunan di lapangan bisa tepat waktu dan sesuai target fisik,” ungkap dr. Amin usai rapat yang digelar oleh Walikota Probolinggo.
Selain fokus pada ketepatan waktu, Pemkot Probolinggo juga memperhatikan aspek kualitas kontraktor.
Sejalan dengan arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dr. Amin menyatakan akan lebih selektif dalam menentukan pemenang proyek.
“Ke depan, kami pastikan proyek dikerjakan oleh pihak yang kompeten, komunikatif, dan mampu berkoordinasi baik dengan pemerintah kota, termasuk Walikota Probolinggo. Ini penting agar hambatan-hambatan di masa lalu tidak terulang kembali,” tegasnya.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












