PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Pelataran Mushola Gentengan RT 03 RW 07 Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, tampak dipenuhi oleh ibu-ibu penggerak PKK,tokoh Agama dan warga setempat pada Kamis, (07/05). Pada kesempatan tersebut, masyarakat juga membahas tentang Hidroponik sebagai salah satu solusi pertanian di lingkungan perkotaan.
Kehadiran mereka bukan untuk pengajian rutin. Tetapi untuk mengikuti Pelatihan Budidaya Hidroponik Sederhana yang di gelar oleh Pokmas Kelurahan Jrebeng Lor guna mewujudkan ketahanan pangan keluarga.
Kegiatan ini menghadirkan Dini Santi Ikawati, praktisi sekaligus pemilik salah satu Toko Hidroponik Probolinggo sebagai narasumber.
Pelatihan sengaja digelar di area mushola Gentengan agar lebih dekat dengan domisili warga. Ini juga menciptakan suasana belajar yang santai namun tetap edukatif.
Dalam pemaparannya, Dini Santi menjelaskan bahwa hidroponik atau budidaya tanaman tanpa media tanah adalah solusi cerdas bagi warga perkotaan yang memiliki lahan terbatas di pekarangan rumah.
“Kita tidak butuh lahan luas. Cukup di teras rumah atau balkon, kita bisa panen sayur sehat sendiri,” jelas Dini di hadapan para peserta pelatihan.
Yang menarik, pelatihan ini menitikberatkan pada penggunaan barang-barang bekas yang sering ditemukan di rumah tangga. Peserta diajarkan teknik Wick System atau sistem sumbu menggunakan botol air mineral, jeriken, hingga ember bekas cat.
“Ibu-ibu tidak perlu beli instalasi mahal. Botol bekas bisa dipotong, diberi sumbu kain flanel, dan diisi nutrisi. Ini sangat hemat karena tidak pakai listrik,” tambahnya.
Selain praktik merakit media tanam, warga dan anggota PKK juga diajarkan cara menyemai benih menggunakan rockwool. Mereka juga diajari pentingnya menjaga keseimbangan nutrisi AB Mix.
Dini memperagakan cara penggunaan alat ukur TDS Meter untuk memantau kepekatan nutrisi (PPM) dan pH Meter untuk menjaga keasaman air agar tanaman tidak kerdil atau mati.
Para peserta tampak sangat antusias, terutama saat sesi praktik mencampur nutrisi dan menangani hama secara organik.
Para peserta yang hadir mencatat dengan saksama tips pembuatan pestisida nabati dari daun nimba dan penggunaan perangkap warna kuning untuk menghalau serangga.
Andre warga setempat berharap pelatihan ini bisa berlanjut menjadi program Pekarangan Pangan Lestari di tingkat RT.
“Dengan menanam sayuran seperti selada, sawi, dan kangkung secara mandiri, diharapkan kebutuhan gizi keluarga di kelurahan jrebeng lor dapat terpenuhi dengan sayuran yang lebih bersih dan sehat tanpa pestisida kimia,” harapnya.
Penulis : id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com











