PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Kompetisi memperebutkan atensi publik di era digital kini bukan lagi monopoli para influencer. Walikota Probolinggo pun kini semakin aktif dalam memanfaatkan platform digital untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Selain itu, Walikota Probolinggo juga berupaya memperluas pengaruh positif melalui berbagai program inovatif.
Pemerintah Kota Probolinggo secara terbuka menyatakan siap berkompetisi di ruang siber demi menghadirkan informasi yang sehat dan berkualitas kepada masyarakat.
Langkah strategis ini dimulai melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan SDM Komunikasi Publik bertajuk Smart Communication: Public Speaking dan Media Sosial untuk Pelayanan Publik Modern, yang digelar Diskominfo di Puri Manggala Bhakti, Kamis (11/6) pagi.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menegaskan bahwa kemampuan berkomunikasi di media sosial saat ini sudah menjadi arena kompetisi yang sengit bagi Walikota Probolinggo dan seluruh ASN.
ASN tidak boleh kalah gesit dalam mempromosikan program kerja dan potensi daerah guna menarik minat investor luar.
Lebih dari sekadar promosi, dokter Amin melihat ini sebagai kompetisi untuk memenangkan narasi positif di masyarakat. Walikota Probolinggo pun menantang seluruh ASN dalam upaya ini.
Beliau menantang ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya untuk ikut bertarung melawan dominasi konten negatif yang beredar di internet.
“Kekuatan kita itu bukan main, 5.000 orang ASN. Bayangkan kalau 5.000 ini setiap hari membuat konten positif, ketutup semua (konten negatif).
Mari kita jadikan komunikasi publik ini sebagai instrumen untuk menghadirkan pemerintahan yang terbuka, melayani, dan dipercaya masyarakat,” tegas dr. Aminuddin di hadapan puluhan peserta.
Untuk memenangkan kompetisi pelayanan publik di era modern ini, Kepala Diskominfo Kota Probolinggo, Lucia Aries Yulianti, menjelaskan bahwa para ASN wajib menguasai dua kompetensi mutakhir.
Kemampuan pertama adalah penguasaan public speaking agar ASN di unit layanan mampu berkomunikasi secara profesional dan humanis.
Kompetensi kedua adalah pemanfaatan media sosial secara kreatif sebagai sarana komunikasi publik pemerintah yang responsif. Menurut Lucia, perpaduan kedua keahlian ini sangat krusial agar aparatur negara dapat memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Demi mendongkrak daya saing dan kompetensi para peserta agar siap bertanding di dunia digital, Diskominfo menghadirkan para pakar sebagai mentor.
Pemateri yang dihadirkan adalah Eka Chandra Sulistiani dari LKP Pratama Mulia yang membedah materi Public Speaking khusus ASN, serta Faruq Sultan Alisyahbana dari Senyawa Project Indonesia yang mengupas tuntas strategi konten media sosial.
Melalui peningkatan kompetensi yang kompetitif ini, Pemkot Probolinggo yang dalam pembukaan acara juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari berharap para ASN-nya tidak lagi gagap teknologi. Ini menunjukkan bahwa Walikota Probolinggo sangat menekankan pentingnya inovasi di lingkungan pemerintah.
Sebaliknya, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang adaptif, komunikatif, dan memenangkan kepercayaan masyarakat di ruang publik.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews











