PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Panggung kolaborasi seni, budaya, dan pariwisata kembali menghentak Kabupaten Probolinggo melalui gelaran Jazz Gunung Series Bromo Sunset Music and Culture Vol. 3.
Acara yang memadukan keindahan alam dan harmoni musik ini sukses menyedot perhatian ratusan pengunjung di Amphiteater Seruni Point, Kecamatan Sukapura, Sabtu (18/7/2026).
Acara bergengsi ini dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Ning Marissa Mohammad Haris.
Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, Sekretaris Daerah (Sekda) Ugas Irwanto, Founder Jiwa Jawa Resort Bromo Sigit Pramono, serta para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Kolaborasi Seni, Budaya, dan Kuliner Nusantara
Ratusan penonton yang memadati tribun Amphiteater Seruni Point tidak hanya disuguhkan alunan musik jazz, tetapi juga beragam pertunjukan seni dan budaya.
Beberapa di antaranya yang mencuri perhatian adalah penampilan energik dari Festival Jathilan serta gelaran Pestaraya Soto Nusantara yang menyajikan ragam kuliner khas dari berbagai penjuru daerah.
Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi penyelenggaraan event ini. Menurutnya, Jazz Gunung telah sukses menjadi ruang kolaborasi yang strategis antara seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
“Jazz Gunung bukan hanya menghadirkan hiburan berkualitas, tetapi juga menjadi ruang bagi para seniman lokal untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Probolinggo kepada masyarakat luas. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat sektor pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Haris.
Ia menambahkan bahwa kegiatan budaya yang dikemas dengan konsep kreatif seperti ini mampu mendongkrak daya tarik wisata Bromo, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di kancah nasional maupun internasional.
Membangun Ekosistem Budaya yang Berkelanjutan
Pada kesempatan yang sama, Founder Jiwa Jawa Resort Bromo, Sigit Pramono, menegaskan bahwa Jazz Gunung merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun ekosistem seni dan budaya yang berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kekuatan bangsa Indonesia ada pada seni dan budayanya. Karena itu kami ingin terus menghadirkan ruang bagi para seniman dan budayawan untuk berkarya sekaligus mengangkat kekayaan budaya Nusantara, termasuk budaya Kabupaten Probolinggo,” jelas Sigit.
Lebih lanjut, Sigit memaparkan bahwa konsep Jazz Gunung kini telah bertransformasi. Tidak hanya fokus pada pertunjukan musik, event ini juga memperluas gaungnya melalui:
Pameran seni rupa
Pertunjukan seni tradisional
Festival kuliner Nusantara sebagai pilarpelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif.
Melalui kesuksesan jilid ke-3 ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap sektor pariwisata, seni budaya, dan ekonomi kreatif di wilayahnya dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan semakin mengukuhkan posisi kawasan Bromo sebagai destinasi wisata unggulan yang kaya akan nilai budaya.
Penulis : Id
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews












