PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Probolinggo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Puri Manggala Bhakti, Jumat (24/7) pagi.
Mengusung tema “Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah di Lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo”, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kota Probolinggo.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari dan Sekretaris Daerah Budiono Wirawan.
Capaian Penghimpunan Semester I 2026
Dalam laporan panitia, Wakil Ketua IV Baznas Kota Probolinggo, Heri Wijayani, menyatakan bahwa kehadiran jajaran pemerintah merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola zakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Heri memaparkan, sepanjang Januari hingga Juni 2026, Baznas Kota Probolinggo berhasil menghimpun dana zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya sebesar Rp1.090.799.883. Komposisi penghimpunan tersebut terdiri atas:
Zakat: 94%
Infak: Sekitar 4%
Dana Sosial Lainnya: Sekitar 2%
Tekankan Prinsip Penyaluran Cepat
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menekankan pentingnya optimalisasi dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, Baznas tidak boleh hanya berfokus pada peningkatan penghimpunan, tetapi juga harus mempercepat proses penyaluran dan pemanfaatannya kepada masyarakat yang berhak.
“Bahasa optimalisasi artinya adalah bagaimana kita meningkatkan dua hal. Pertama, bagaimana UPZ Baznas mampu mengumpulkan makin banyak zakat dari para muzaki.
Kedua, bagaimana tidak hanya pengumpulannya yang kita optimalkan, tapi pemanfaatannya. Secara prinsip mestinya setiap tahun itu uang zakat atau uang Baznas itu nol, artinya berapapun yang dikumpulkan harus cepat disalurkan,” tegas dr. Aminuddin.
Lebih lanjut, Wali Kota memaparkan visinya untuk menyinergikan pengelolaan zakat dengan berbagai program pembangunan daerah, seperti penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta peningkatan kualitas pendidikan. Peran aktif Baznas diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sinergi antara Baznas dan pemerintah ini jelas terlihat nanti di peningkatan kesejahteraan. Inilah peran Baznas agar pertumbuhan ekonomi yang sekarang sudah di angka 6,81 persen terus menuju 8 persen sebagaimana harapan Bapak Presiden Prabowo,” tambahnya.
Inovasi Transportasi Salat Subuh dan Digitalisasi Pelaporan
Dalam kesempatan yang sama, dr. Aminuddin turut memperkenalkan inovasi berupa program bantuan uang transportasi bagi pelajar yang melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Agung sebagai upaya memperkuat karakter generasi muda. Selain itu, ia mendorong digitalisasi pelaporan zakat melalui aplikasi guna mendongkrak transparansi serta akuntabilitas pengelolaan dana umat.
Rangkaian acara pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sesi koordinasi teknis yang dipimpin oleh Ketua Baznas Kota Probolinggo, Imanuddin Abil Fida, bersama Wakil Ketua I Baznas Kota Probolinggo, Ahmad Faiz.
Penulis : Farid
Editor : Id
Sumber Berita : Bolinggonews












