PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Anggota DPRD Kota Probolinggo dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Poniman, memanfaatkan agenda Reses (penyerapan aspirasi masyarakat) untuk turun langsung mendengarkan keluhan warga di kawasan pemukiman. Pada setiap agenda Reses, keterlibatan aktif masyarakat sangat penting dalam upaya penanggulangan banjir.
Dari berbagai dialog yang digelar, persoalan ancaman banjir musiman menjadi isu paling krusial yang terus disuarakan oleh masyarakat setempat dan seringkali menjadi bahasan utama dalam Reses anggota dewan.
Heri Poniman menegaskan bahwa aspirasi yang berhasil dihimpun dari tingkat bawah tidak akan sekadar menjadi catatan di atas kertas, terutama terkait masalah banjir yang kerap melanda.
Seluruh poin penting tersebut akan diperjuangkan dan dibawa ke gedung DPRD untuk diusulkan secara resmi kepada Wali Kota Probolinggo agar segera mendapatkan penanganan nyata dari pemerintah daerah, khususnya terkait banjir.
Menurut politisi Gerindra ini, momentum penanganan drainase sangat tepat dilakukan saat ini untuk mengantisipasi risiko banjir di masa yang akan datang.
Mengingat wilayah Kota Probolinggo masih berada dalam fase musim kemarau, pembenahan infrastruktur pemukiman harus diprioritaskan sebelum intensitas curah hujan mulai meningkat dan kemungkinan banjir menjadi lebih tinggi.
“Langkah antisipatif harus diambil sekarang juga, mumpung kita masih di musim kemarau. Jangan sampai kita baru sibuk bergerak saat air sudah menggenangi rumah-rumah warga,”ujar Heri Poniman. Jumat (08/08) Banjir patut diwaspadai sejak dini.
Mendorong Normalisasi dan Pelebaran Drainase adalah upaya yang penting untuk mengurangi dampak banjir di setiap lingkungan padat penduduk.
Berdasarkan temuan di lapangan, salah satu pemicu utama munculnya ancaman genangan air adalah kondisi saluran air (drainase) lingkungan yang mengalami penyempitan serta tumpukan endapan material yang menyumbat aliran sehingga berpotensi menyebabkan banjir.
Untuk mengurai permasalahan mendasar tersebut, Heri mendorong dilakukannya perbaikan teknis secara menyeluruh di titik-titik rawan. Tak hanya itu, hasil Reses diharapkan menjadi acuan kebijakan ke depan, khususnya tentang penanggulangan banjir.
Pelebaran Saluran: Mengubah dimensi drainase sempit agar mampu menampung debit air yang lebih besar dan dapat menanggulangi banjir secara efektif.
Normalisasi Drainase: Pembersihan pengerukan sedimen dan sampah yang menyumbat aliran air lingkungan juga dapat membantu mengurangi banjir saat musim hujan.
Koordinasi Lintas Sektor: Menggalang kerja sama erat antara DPRD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Probolinggo sangat penting, terutama di tengah ancaman banjir yang bisa datang kapan saja.
Melalui langkah konkret dan kolaboratif ini, diharapkan lingkungan pemukiman warga dapat terbebas dari ancaman luapan air saat musim penghujan tiba, sekaligus mendukung terwujudnya visi-misi Kota Probolinggo sebagai wilayah yang aman dan bebas dari banjir. Dengan demikian, Reses memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
Penulis : Nos
Editor : Farid
Sumber Berita : Bolinggonews












