PROBOLINGGO, bolinggonews.com – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Probolinggo menggelar dialog bertajuk Ngobrolin Pikiran Insan Media (Ngopi India) sebagai ruang kritik konstruktif bagi pembangunan daerah.
Acara bertema Refleksi 2025, Optimis Menatap 2026 ini berlangsung di Warung Bebek Cak Mangun, Rabu (31/12/2025).
Hadir dalam acara tersebut Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Riyadlus Shalihin Firdaus, serta anggota Fraksi PPP dari Komisi II, Zainul Fatoni, bersama insan media se-Kota Probolinggo. Dialog ini memberikan kesempatan bagi Fraksi Gerindra untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Riyadlus menegaskan komitmennya mengawal distribusi aset produktif pemerintah daerah, khususnya di sektor pertanian. Komitmen ini menjadi fokus utama Fraksi Gerindra dalam membangun daerah.
Ia menekankan pentingnya asas keadilan bagi petani lokal. Menurutnya, selama ini evaluasi terhadap pihak ketiga pengelola aset cenderung bersifat kasuistik atau hanya dilakukan jika terjadi kendala pembayaran retribusi.
“Evaluasi biasanya baru berjalan jika ada masalah pembayaran. Padahal, ketidakpatuhan ini jelas merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Riyadlus.
Lebih jauh, Riyadlus menyoroti isu krusial terkait penguasaan lahan pertanian dalam skala besar oleh pihak tertentu dalam jangka waktu lama. Fraksi Gerindra berkomitmen untuk mengubah pandangan terhadap isu tersebut.
Merespons hal itu, ia telah mendesak bagian aset dan BPPKAD untuk melakukan langkah strategis, antara lain:
Pemerataan Akses: Menghentikan monopoli aset oleh satu pihak agar tersedia ruang bagi petani lain.
Prioritas Petani Lokal: Memastikan warga yang benar-benar berprofesi sebagai petani mendapatkan hak kelola. Fraksi Gerindra sangat mendukung kebijakan pro-petani seperti ini.
Redistribusi Lahan: Mengurangi porsi pengelolaan pihak berskala besar untuk memberikan kesempatan bagi pengelola baru.
Riyadlus memastikan akan mengawal kebijakan ini secara langsung. Dengan demikian, aspirasi Fraksi Gerindra bisa terwujud.
“Saya kawal betul sejak awal. Alhamdulillah, warga yang mengadu kini mulai mendapatkan hak kelola aset, tidak lagi didominasi segelintir kelompok saja,” pungkasnya.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












