Fraksi Gerindra Wanti- wanti Soal Monopoli Aset Sawah Pemkot Probolinggo 

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Gerindra Riyadlus Shalihin Firdaus

Ketua Fraksi Gerindra Riyadlus Shalihin Firdaus

PROBOLINGGO, bolinggonews.com – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Probolinggo menggelar dialog bertajuk Ngobrolin Pikiran Insan Media (Ngopi India) sebagai ruang kritik konstruktif bagi pembangunan daerah.

Acara bertema Refleksi 2025, Optimis Menatap 2026 ini berlangsung di Warung Bebek Cak Mangun, Rabu (31/12/2025).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Riyadlus Shalihin Firdaus, serta anggota Fraksi PPP dari Komisi II, Zainul Fatoni, bersama insan media se-Kota Probolinggo. Dialog ini memberikan kesempatan bagi Fraksi Gerindra untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Riyadlus menegaskan komitmennya mengawal distribusi aset produktif pemerintah daerah, khususnya di sektor pertanian. Komitmen ini menjadi fokus utama Fraksi Gerindra dalam membangun daerah.

Baca Juga :  Kisah Pelaku Pesugihan Akibat Teror Pinjol

Ia menekankan pentingnya asas keadilan bagi petani lokal. Menurutnya, selama ini evaluasi terhadap pihak ketiga pengelola aset cenderung bersifat kasuistik atau hanya dilakukan jika terjadi kendala pembayaran retribusi.

“Evaluasi biasanya baru berjalan jika ada masalah pembayaran. Padahal, ketidakpatuhan ini jelas merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Riyadlus.

 

Lebih jauh, Riyadlus menyoroti isu krusial terkait penguasaan lahan pertanian dalam skala besar oleh pihak tertentu dalam jangka waktu lama. Fraksi Gerindra berkomitmen untuk mengubah pandangan terhadap isu tersebut.

 

Merespons hal itu, ia telah mendesak bagian aset dan BPPKAD untuk melakukan langkah strategis, antara lain:

Baca Juga :  Kemenag Kecam Kekerasan di TPQ Probolinggo Diduga Lembaga Ilegal

Pemerataan Akses: Menghentikan monopoli aset oleh satu pihak agar tersedia ruang bagi petani lain.

Prioritas Petani Lokal: Memastikan warga yang benar-benar berprofesi sebagai petani mendapatkan hak kelola. Fraksi Gerindra sangat mendukung kebijakan pro-petani seperti ini.

Redistribusi Lahan: Mengurangi porsi pengelolaan pihak berskala besar untuk memberikan kesempatan bagi pengelola baru.

Riyadlus memastikan akan mengawal kebijakan ini secara langsung. Dengan demikian, aspirasi Fraksi Gerindra bisa terwujud.

“Saya kawal betul sejak awal. Alhamdulillah, warga yang mengadu kini mulai mendapatkan hak kelola aset, tidak lagi didominasi segelintir kelompok saja,” pungkasnya.

Penulis : Id

Editor : Nos

Sumber Berita : Bolinggonews.com

Berita Terkait

Polisi Turun ke Lahan Jagung 6.000 Meter Persegi di Tongas, Pastikan Pertanian Berjalan Baik
Ditinggal Jogging, Motor Listrik Dikunci Ganda Raib di Alun-alun Probolinggo
Diganti dari Sekretaris Gerindra Kota Probolinggo, Gus Nur : SKnya Mana?
Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Polres Probolinggo Kota Beri Penghargaan ke 10 Personel Berprestasi
260 Pesilat Muda Ikuti Walikota Cup IX Probolinggo, KONI Siapkan Atlet Menuju Porprov
Rutan Kraksaan Perbarui 100 Koleksi Buku Demi Genjot Minat Baca Warga Binaan
Sosialisasi Cukai Tembakau dan Rokok Ilegal Sasar RT/RW dan Tomas di Probolinggo

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Polisi Turun ke Lahan Jagung 6.000 Meter Persegi di Tongas, Pastikan Pertanian Berjalan Baik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Ditinggal Jogging, Motor Listrik Dikunci Ganda Raib di Alun-alun Probolinggo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Diganti dari Sekretaris Gerindra Kota Probolinggo, Gus Nur : SKnya Mana?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Senin, 28 September 2026 - 13:03 WIB

Polres Probolinggo Kota Beri Penghargaan ke 10 Personel Berprestasi

Berita Terbaru