Menjaga Integritas Program MBG: Pentingnya Perlindungan Bagi Pengelola dari Tekanan Non-Teknis

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi suasana dapur MBG

Gambar ilustrasi suasana dapur MBG

PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya adalah mercusuar harapan menuju Indonesia Emas 2045. Visi Presiden Prabowo Subianto ini dirancang untuk memutus rantai stunting dan memperkuat SDM sejak dini.

Namun, di balik kuali besar dan distribusi makanan yang menyasar jutaan anak serta ibu hamil, para pemilik yayasan pengelola di lapangan justru tengah berperang dengan realitas yang tidak tertulis dalam petunjuk teknis (juknis).

Di wilayah seperti Probolinggo, tantangan terbesar bukan sekadar menyusun menu seimbang, melainkan menghadapi gempuran oknum yang datang silih berganti.

Dengan dalih pengawalan agar program berjalan mulus, para pemilik yayasan sering kali terjepit dalam praktik premanisme terselubung.

“Kami ini menjalankan amanah negara, tapi di lapangan malah seperti menghadapi pajak bayangan.

Ada oknum yang datang menawarkan jasa pengawalan, tapi ujung-ujungnya meminta jatah uang atau memaksa menjadi pemasok bahan baku,” keluh salah satu pemilik yayasan yang enggan disebut namanya.

Baca Juga :  Bagong, Sapi 915 Kg Probolinggo yang Menjadi Pilihan Prabowo

Tekanan untuk menerima pasokan bahan baku dari oknum tertentu menjadi dilema yang menyesakkan. Padahal, pengelola memiliki kewajiban untuk menjaga kualitas sesuai standar gizi dan harga yang telah dipatok ketat oleh pemerintah.

Pemilik yayasan menegaskan bahwa mereka sangat terbuka bagi masyarakat lokal untuk menjadi pemasok. Namun, syarat utamanya adalah kualitas dan harga yang kompetitif.

Intervensi dari pihak luar yang memaksakan barang dengan kualitas rendah atau harga yang tidak masuk akal jelas mengancam keberlangsungan gizi yang sampai ke tangan anak-anak.

Hal yang paling menyakitkan bagi para pengelola adalah ketika penolakan terhadap kompromi jatah tersebut berujung pada fitnah.

Para oknum yang mengatasnamakan organisasi atau perwakilan masyarakat tak jarang melancarkan kampanye negatif.

Mulai dari memotret sudut dapur yang sedang sibuk hingga mempermasalahkan hal teknis kecil untuk dijadikan amunisi laporan palsu.

Baca Juga :  Tasyakuran HUT Ke-79 RI, Pemkot Probolinggo Apresiasi Veteran dan Paskibraka

Tak hanya itu, Isu-isu yang tidak sesuai fakta diembuskan ke tengah masyarakat untuk merusak reputasi yayasan. Kehadiran mereka yang terus-menerus membuat suasana kerja di dapur menjadi tidak kondusif. Sebagai akibatnya, situasi menjadi penuh kecurigaan.

Meskipun program MBG adalah bisnis yang menjanjikan secara ekonomi dan mampu menyerap tenaga kerja lokal, kenyamanan para pelaku usaha ini sangat terganggu.

Mereka berharap ada perlindungan hukum yang lebih tegas agar niat tulus memberikan gizi terbaik bagi generasi bangsa tidak digembosi oleh kepentingan segelintir orang.

“Kami ingin bekerja dengan tenang sesuai juknis. Fokus kami adalah anak-anak sehat, bukan melayani tuntutan oknum yang hanya ingin mencari keuntungan pribadi di atas program mulia ini,” pungkasnya.

Penulis : id

Editor : Nos

Sumber Berita : Bolinggonews.com

Berita Terkait

Polisi Turun ke Lahan Jagung 6.000 Meter Persegi di Tongas, Pastikan Pertanian Berjalan Baik
Ditinggal Jogging, Motor Listrik Dikunci Ganda Raib di Alun-alun Probolinggo
Diganti dari Sekretaris Gerindra Kota Probolinggo, Gus Nur : SKnya Mana?
Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Polres Probolinggo Kota Beri Penghargaan ke 10 Personel Berprestasi
260 Pesilat Muda Ikuti Walikota Cup IX Probolinggo, KONI Siapkan Atlet Menuju Porprov
Rutan Kraksaan Perbarui 100 Koleksi Buku Demi Genjot Minat Baca Warga Binaan
Sosialisasi Cukai Tembakau dan Rokok Ilegal Sasar RT/RW dan Tomas di Probolinggo

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Polisi Turun ke Lahan Jagung 6.000 Meter Persegi di Tongas, Pastikan Pertanian Berjalan Baik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Ditinggal Jogging, Motor Listrik Dikunci Ganda Raib di Alun-alun Probolinggo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Diganti dari Sekretaris Gerindra Kota Probolinggo, Gus Nur : SKnya Mana?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Senin, 28 September 2026 - 13:03 WIB

Polres Probolinggo Kota Beri Penghargaan ke 10 Personel Berprestasi

Berita Terbaru