PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Ada pemandangan berbeda di pekarangan rumah Ikhwan Efendi di Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Di sana tampak beberapa sapi yang menjadi perhatian warga sekitar.
Seekor sapi jenis Simmental (Swiss Fleckvieh) berukuran raksasa dengan berat mencapai 915 kilogram berdiri dengan gagah.
Sapi yang akrab dipanggil “Bagong” ini kini menjadi pusat perhatian warga, setelah resmi terpilih sebagai hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dibalik postur tubuhnya yang jumbo dan kesehatannya yang prima, terselip dedikasi luar biasa dari Ikhwan. Ia telah merawat Bagong sejak sapi tersebut masih berusia satu tahun.
Selama tiga tahun terakhir, Ikhwan memperlakukan Bagong bukan sekadar hewan ternak, melainkan layaknya anggota keluarga.
“Perawatannya memang harus ekstra. Saya sangat disiplin menjaga kebersihan kandang dan memantau kesehatannya setiap hari agar ia tetap dalam kondisi optimal,” tutur Ikhwan saat ditemui di kediamannya, Selasa (26/5).
Ikhwan memiliki rahasia tersendiri dalam menjaga bobot dan kesehatan Bagong. Alih-alih menggunakan konsentrat pabrikan, ia memilih mengandalkan pakan alami.
“Saya memberikan ampas tempe, rumput odot, dan singkong sebagai pengganti konsentrat. Singkong ini saya berikan pada pagi dan sore hari untuk menjaga asupan karbohidrat dan memastikan pertumbuhan tulang yang kuat,” jelasnya.
Perjalanan Bagong hingga terpilih menjadi hewan kurban orang nomor satu di Indonesia tidaklah mudah. Bagong harus melewati serangkaian seleksi nasional yang sangat ketat.
Tim ahli dari pemerintah melakukan pemeriksaan mendalam, mulai dari kesehatan klinis, proporsi tinggi dan panjang badan, hingga bobot tubuh yang presisi.
Setelah melalui berbagai tahapan verifikasi, Bagong akhirnya terpilih dengan nilai sempurna. Presiden Prabowo memutuskan untuk meminang Bagong dengan harga Rp97 juta.
Bagi Ikhwan, angka tersebut adalah bentuk apresiasi atas ketelatenannya selama ini. “Alhamdulillah, terima kasih Bapak Prabowo sudah membeli sapi saya. Semoga barokah,” ucapnya dengan nada haru.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, yang hadir langsung meninjau kondisi Bagong, mengaku bangga. Menurutnya, terpilihnya Bagong menjadi bukti bahwa kualitas peternakan di Kota Probolinggo memiliki standar nasional yang mumpuni.
“Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP), kami aktif mengusulkan peternak lokal untuk masuk dalam seleksi hewan kurban Presiden.
Prestasi ini adalah hasil dari ketekunan peternak kita dalam menjaga mutu ternaknya,” ujar dr. Aminuddin.
Kini, Bagong telah dipersiapkan untuk diserahkan ke Masjid Raudlah, Wonoasih. Rencananya, sapi jumbo ini akan disembelih tepat pada hari raya Iduladha.
Wali Kota Aminuddin pun dijadwalkan akan melaksanakan salat Iduladha di masjid tersebut untuk menyaksikan langsung prosesi penyerahan hewan kurban dari Presiden Prabowo.
Kehadiran Bagong bukan hanya menjadi simbol perayaan kurban tahun ini, tetapi juga menjadi motivasi bagi para peternak lain di Probolinggo untuk terus meningkatkan kualitas ternak dengan cara-cara yang alami dan penuh kasih sayang.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews












