Wali Kota Probolinggo Luncurkan Gerakan Sahabat ATS, Jemput 1.800 Anak Putus Sekolah

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, Bolinggonews.com – Kelurahan Jrebeng Lor dipilih menjadi titik awal peluncuran Gerakan Sahabat ATS (Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu).

Sebuah misi besar Pemerintah Kota Probolinggo untuk menjemput kembali anak-anak yang sempat kehilangan bangku sekolah. Senin (02/03/26).

​Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, Sp.OG., dengan koordinasi teknis di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Program ini dirancang sebagai instrumen strategis pemerintah dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS).

​Wali Kota Aminuddin menekankan bahwa pengentasan ATS adalah kunci agar IPM Kota Probolinggo mampu menembus angka minimal 80. Ia mewanti-wanti jajarannya agar gerakan ini tidak berhenti pada seremonial semata.

Baca Juga :  DPRD dan Satpol PP Sidak Rumah Karaoke Ilegal, Pelanggan Lari Berhamburan

​”Masa depan mereka tidak boleh terhenti karena kendala administratif atau ekonomi. Ini tanggung jawab kolektif. Semua jajaran harus bekerja terukur agar anak-anak ini kembali merasakan suasana belajar,”tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Siti Romlah saat Memberikan Bantuan

​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Siti Romlah, menjelaskan bahwa gerakan ini bergerak berdasarkan data by name by address yang spesifik.

Tercatat ada 1.800 anak tidak sekolah di Kota Probolinggo yang telah divalidasi. Di Kelurahan Jrebeng Lor sendiri, ditemukan 66 anak ATS yang terdiri dari 9 anak Lulus Tidak Melanjutkan (LTM), 32 anak Belum Pernah Bersekolah (BPB), dan 15 anak putus sekolah (drop out).

Baca Juga :  Walikota Probolinggo: Festival Band Pelajar Bukti Kota Probolinggo Kaya Bakat Musik!

​Siti Romlah menambahkan bahwa penanganan akan dilakukan secara personal melalui tahapan identifikasi hingga asesmen.

Anak-anak akan diarahkan ke sekolah formal sesuai usia, sementara mereka yang telah melewati usia sekolah akan difasilitasi melalui jalur non-formal di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk program Kejar Paket A, B, dan C.

​”Tidak semua anak siap secara mental. Itulah mengapa kami melibatkan psikolog serta dukungan perangkat RT/RW untuk melakukan pendekatan yang humanis,” tambahnya.

​Gerakan kolaboratif lintas sektor ini juga melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Disperinaker, hingga relawan.

“Kami tidak bicara soal seremoni, ini adalah kerja lapangan. Mari kita tuntaskan bersama,” pungkasnya.

Penulis : id

Editor : Nos

Sumber Berita : Bolinggonews.com

Berita Terkait

Ditinggal Jogging, Motor Listrik Dikunci Ganda Raib di Alun-alun Probolinggo
Diganti dari Sekretaris Gerindra Kota Probolinggo, Gus Nur : SKnya Mana?
Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Polres Probolinggo Kota Beri Penghargaan ke 10 Personel Berprestasi
260 Pesilat Muda Ikuti Walikota Cup IX Probolinggo, KONI Siapkan Atlet Menuju Porprov
Rutan Kraksaan Perbarui 100 Koleksi Buku Demi Genjot Minat Baca Warga Binaan
Sosialisasi Cukai Tembakau dan Rokok Ilegal Sasar RT/RW dan Tomas di Probolinggo
Viral Jual Beli Bansos, Dinsos Probolinggo Beri Respon Tegas

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Ditinggal Jogging, Motor Listrik Dikunci Ganda Raib di Alun-alun Probolinggo

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Diganti dari Sekretaris Gerindra Kota Probolinggo, Gus Nur : SKnya Mana?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Nelayan Tenggelam, Polres Probolinggo Bersama Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Senin, 28 September 2026 - 13:03 WIB

Polres Probolinggo Kota Beri Penghargaan ke 10 Personel Berprestasi

Minggu, 27 September 2026 - 10:22 WIB

260 Pesilat Muda Ikuti Walikota Cup IX Probolinggo, KONI Siapkan Atlet Menuju Porprov

Berita Terbaru