PROBOLINGGO, Bolinggonews.com – Pemerintah Kota Probolinggo mencatatkan progres signifikan dalam capaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga tahun 2025.
Walikota Probolinggo, Dr. Aminuddin, menyatakan bahwa berdasarkan data riil, sejumlah indikator penting telah melampaui target yang ditetapkan.
Salah satu keberhasilan utama adalah angka penurunan kemiskinan yang mencapai 0,69%, melampaui target awal sebesar 0,5%.
Usai acara Munsrembang Kota Probolinggo Dr. Aminuddin menegaskan bahwa capaian positif ini akan terus dipertahankan sembari menyiapkan strategi baru untuk menekan angka pengangguran pada tahun 2026.
Menindaklanjuti arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengenai pentingnya kolaborasi, Dr. Aminuddin menekankan perlunya ide-ide kreatif dari masyarakat. Kreativitas masyarakat sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan.
Beliau menilai inisiatif yang lahir dari akar rumput akan memudahkan pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan motivasi di lapangan.
“Kita butuh ide kreatif dan solusi yang berangkat dari masyarakat agar pembangunan tetap pada jalurnya (on track),” ujar Dr. Aminuddin.
Target ambisius pun dipatok untuk lima tahun ke depan, yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 8% untuk menunjang nasional dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di atas angka 85.
Selain fokus pada pembangunan daerah, Dr. Aminuddin juga memberikan tanggapan terkait program nasional konversi kendaraan berbensin ke listrik. Program ini dicanangkan Presiden Prabowo.
Ia menyatakan kesiapannya untuk mendukung program tersebut sambil menunggu petunjuk teknis (juknis) lebih lanjut dari pusat.
Program konversi ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar 15 juta per kendaraan, dengan skema subsidi pemerintah sebesar 10 juta dan tanggungan masyarakat sebesar 5 juta.
Sasaran utama program ini adalah masyarakat yang berada pada kategori desil 5 ke bawah.
“Terkait data masyarakat (desil), kita tidak ada masalah dan sudah siap. Tinggal menunggu program dari pusat hadir di daerah,” jelas Dr. Aminuddin.
Di sisi lain, Dr. Aminuddin juga menyoroti tantangan fiskal akibat tekanan geopolitik global yang berdampak pada anggaran.
Meskipun terdapat potensi tekanan hingga 200 triliun pada APBD, beliau menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.
Saat ini, pemerintah masih memiliki ruang pendanaan (spare space) sekitar 100 triliun yang dinilai cukup untuk menjaga stabilitas program daerah selama tekanan tersebut tidak melampaui batas cadangan.
Dr. Aminuddin berharap kondisi global segera membaik agar seluruh program pembangunan tidak terganggu.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com











