PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Dalam upaya memperkuat nilai toleransi, moderasi beragama, dan perlindungan anak di lingkungan rumah ibadah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo menyelenggarakan kegiatan Sarasehan Tokoh Perempuan Lintas Agama, Jumat (15/5).
Kegiatan yang mengusung tema “Peran Strategis Perempuan Dalam Menanamkan Toleransi Beragama Sejak Usia Dini” ini dirangkaikan dengan Deklarasi Rumah Ibadah Ramah Anak.
Acara yang berlangsung di Puri Manggala Bhakti Kota Probolinggo tersebut menjadi ruang dialog lintas agama yang menghadirkan tokoh-tokoh perempuan dari berbagai organisasi keagamaan, unsur pemerintah, akademisi, serta pegiat perlindungan perempuan dan anak.
Hadir sebagai narasumber utama dalam sarasehan ini, yaitu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani, dan Pendeta Krisyanti dari GKJW Bondowoso.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminudin, Sp.OG(K)., M.Kes., dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa sarasehan ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan sebagai agen perdamaian dan pelopor penanaman nilai toleransi sejak usia dini, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun masyarakat.
“Sarasehan seperti ini perlu terus dilakukan sebagai sarana edukasi untuk menumbuhkan toleransi bagi anak sejak usia dini,” jelas Aminudin.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Probolinggo, Ahmad Hudri, menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi yang inklusif, humanis, dan menghargai keberagaman.
“Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari tangan perempuan, nilai kasih sayang, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan dapat ditanamkan sejak dini demi terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis,” ujarnya.
Selain sarasehan, momentum ini juga ditandai dengan Deklarasi Rumah Ibadah Ramah Anak. Deklarasi ini merupakan bentuk komitmen bersama seluruh elemen agama untuk menjadikan rumah ibadah sebagai ruang yang aman, nyaman, edukatif, inklusif, dan ramah terhadap tumbuh-kembang anak.
Melalui komitmen ini, rumah ibadah diharapkan tidak hanya menjadi pusat pembinaan spiritual, tetapi juga menjadi tempat pembentukan karakter anak yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan cinta damai.
Pada akhir acara, Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Probolinggo mengundang seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung terciptanya ekosistem kerukunan umat beragama yang harmonis dan ramah anak.
Hal ini dilakukan demi mewujudkan Kota Probolinggo yang toleran, inklusif, dan berkeadaban.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












