PROBOLINGGO,bolinggonews.com – Upaya meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan di Probolinggo menjadi fokus utama. Hal ini terjadi saat Wali Kota dr. Aminuddin bertemu dengan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Air Tawar Mina Lestari Sentosa, Kelurahan Jrebeng Lor, dalam agenda Sosialisasi Penetapan Indeks Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi).
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) ini adalah Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua Forikan dr. Evariani Aminuddin, dan Penjabat Sekda Rey Suwigtyo.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menyinggung perlunya evaluasi nilai NTPi secara berkelanjutan. Hal ini demi keuntungan optimal bagi para pembudidaya.
“Indeks kita masih di angka 93, yang berarti pembudidaya masih rugi. Minimal harus 100 agar hasil penjualan dapat menutup modal usaha,” jelas Wali Kota.
Ia menambahkan bahwa secara nasional NTPi baru mencapai sekitar 100,3, artinya rata-rata keuntungan pembudidaya hanya 3 persen.
Untuk mencapai angka ideal, Wali Kota mendorong peserta memanfaatkan kesempatan berbagi pengetahuan dengan ahli akuakultur dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.
“Ilmu yang disampaikan tolong betul-betul dikaji dan diterapkan di kelompok, supaya hasil panen bisa terus meningkat,” pesannya.
Terkait dukungan permodalan, Wali Kota mengarahkan pembudidaya memanfaatkan layanan usaha yang tersedia pada Koperasi Merah Putih.
“Melalui Koperasi Merah Putih, Bapak dan Ibu semua bisa mengajukan pinjaman kredit.
Baca juga : Walikota Probolinggo: Festival Band Pelajar Bukti Kota Probolinggo Kaya Bakat Musik!
Ini pinjaman ya, bukan hibah. Jangan sampai pinjaman dianggap hibah, karena sistem yang sekarang menerapkan swadaya dan swakelola,” tegasnya.
Kepala DKPPP Fitriawati membenarkan bahwa survei dua bulan terakhir menetapkan NTPi Kota Probolinggo sebesar 93.
“Angka 100 menunjukkan kondisi yang sudah sejahtera.
Kita masih memerlukan penguatan untuk mencapai target itu, dan angka ini menjadi dasar perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” kata Kadis Fitri.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan bantuan budidaya Kolam Lele Keluarga (Kolega) bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Novan, salah seorang penerima bantuan, berharap harga pakan dapat dibuat lebih terjangkau. Selain itu, ia berharap harga jual ke tengkulak tidak terlalu rendah, agar pembudidaya dapat menikmati keuntungan yang layak.
Acara diakhiri dengan panen bersama ikan lele dan gurami di kolam bioflok milik pokdakan setempat.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews.com












