Warga Paiton Probolinggo Sulap Lahan Pesisir Jadi Sentra Melon Premium

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO,bolinggonews.com– Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, selama ini lebih dikenal dengan hawa pesisirnya yang menyengat dan deretan pembangkit listriknya.

Namun siapa sangka, di balik karakteristik wilayahnya yang panas, kawasan dekat Selat Madura ini kini menjelma menjadi tanah harapan baru bagi pertanian modern.

Melalui sentuhan teknologi, kawasan pesisir ini sukses menghasilkan melon premium dengan rasa manis legit dan tekstur renyah yang kini diburu oleh pasar modern.

Keberhasilan ini dibuktikan nyata oleh Greenhouse Tanjoeng Farm yang terletak di Dusun Tanjung Lor, Desa Karanganyar. Tidak main-main, pada panen perdananya, perkebunan modern ini berhasil menjual habis 2,2 ton melon hanya dalam waktu dua hari.

Kini, Tanjoeng Farm tidak hanya sekadar menjadi magnet wisata petik buah lokal, tetapi buah hasil keringat para petaninya telah menembus jaringan gudang buah nasional.

Keberhasilan Tanjoeng Farm tidak datang dalam semalam. Pengelola Tanjoeng Farm sekaligus Ketua Poktan Tunas Harapan

Desa Karanganyar, Nahrawi, menceritakan bahwa inovasi ini bermula dari sebuah mimpi sederhana pada tahun 2021.

Saat itu, ia merasa prihatin melihat banyaknya aset lahan milik pondok pesantren di sekitarnya yang telantar dan belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Awalnya hanya obrolan santai dengan teman-teman. Kami berpikir, masa teknologi pertanian modern yang keren-keren itu tidak bisa diterapkan di sini,”kenang Nahrawi saat ditemui pada senin (18/5/2026).

Ide tersebut awalnya disambut dengan nada skeptis. Banyak pihak meragukan komoditas premium seperti melon bisa tumbuh optimal di kawasan pesisir dataran rendah yang bersuhu tinggi.

Tak mau menyerah pada keadaan, Nahrawi bersama tim dari Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ)memilih menjemput ilmu. Mereka melakukan studi banding ke berbagai daerah yang dikenal maju dalam bidang agrobisnis, mulai dari Bandung, Yogyakarta, Sidoarjo, Jombang, hingga kawasan Pandaan di Pasuruan.

Baca Juga :  5 Ciri Orang yang Disukai Makhluk Ghaib Menurut Ahli Spiritual Jawa 

Misi mereka satu, yaitu menemukan sistem pertanian modern yang adaptif dengan iklim pesisir.

Setelah melalui riset panjang, pilihan akhirnya jatuh pada sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Metode ini mengalirkan air bernutrisi dalam lapisan tipis secara terus-menerus, sehingga kebutuhan nutrisi dan oksigen tanaman tetap stabil meskipun suhu udara di luar greenhouse sangat panas.

Untuk menjamin kualitas hasil panen yang mampu bersaing di pasar modern, Tanjoeng Farm mendatangkan bibit melon premium langsung dari tiga negara, yaitu Belanda, Thailand, dan Taiwan.

Ada dua varietas unggulan yang menjadi primadona di sini. Pertama adalah Varietas Lavender yang memiliki karakteristik ukuran buah yang besar, kulit dan daging buah berwarna oranye menawan, rasa manis yang kuat, serta tekstur crunchy atau renyah.

Kedua adalah Varietas Intanon yang menawarkan sensasi daging buah yang lebih lembut, juicy, dengan aroma harum khas yang sangat memikat.

Melalui perawatan yang presisi di dalam greenhouse, melon-melon ini berhasil mencapai tingkat kemanisan (sugar content) yang sangat tinggi, yakni mencapai 14 brix—jauh di atas rata-rata melon lokal pada umumnya.

Greenhouse pertama Tanjoeng Farm mampu menampung sekitar 1.400 tanaman melon dengan siklus panen yang sangat produktif, yakni hingga empat kali dalam setahun.

Perjalanan produksi mereka dimulai pada April 2025 dengan penanaman perdana, yang kemudian disusul dengan panen perdana pada Juli 2025 dengan hasil mencapai sekira 2,2 ton. Dengan harga Rp 30.000 per kilogram, seluruh komoditas langsung ludes hanya dalam waktu 48 jam.

Memasuki panen kedua dan ketiga di akhir tahun 2025, Tanjoeng Farm mulai dipasarkan lewat konsep Wisata Petik Melon. Strategi pemasaran digital lewat TikTok dan YouTube membuat tempat ini viral dan diserbu pengunjung luar daerah.

Baca Juga :  Mengenal Hiu Tutul Ikan Raksasa Paling Ramah di Lautan

Imelda, seorang pengunjung asal Situbondo, mengaku rela menempuh perjalanan jauh karena penasaran dengan unggulan lokal yang sedang viral tersebut.

Menurutnya, tempat ini sangat edukatif karena pengunjung bukan cuma rekreasi, tapi juga bisa belajar sistem hidroponik langsung dari ahlinya. Terlebih lagi, rasa buah melonnya memang juara, sangat manis dan renyah.

Hal senada diungkapkan oleh M. Hasyim, pengunjung lainnya. Ia merasa memetik langsung dari pohon memberikan kepuasan tersendiri karena buahnya segar, mulus, dan kualitasnya terasa premium.

Melihat antusiasme yang melonjak, Tanjoeng Farm melakukan lompatan besar pada panen keempat di awal tahun 2026. Mereka resmi menggandeng Sunpride, salah satu distributor buah terbesar di Indonesia.

“Kami ingin seluruh hasil panen membawa manfaat. Jadi, buah yang tidak masuk grade utama pasar modern, kami salurkan untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak lewat program Makan Bergizi Gratis,”imbuhnya.

Kini, Tanjoeng Farm telah berkembang jauh dari sekadar lahan pertanian komersial. Kawasan ini telah diperluas dengan budidaya selada hidroponik yang memiliki 5.000 titik tanam.

Dampak sosial dan edukasinya pun mulai terasa luas. Tanjoeng Farm kini resmi menjadi laboratorium alam bagi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Nurul Jadid (UNUJA) serta menjadi jujukan populer untuk kegiatan outing class berbagai sekolah di Kabupaten Probolinggo.

Pihak pengelola sengaja menyediakan petak khusus sebagai laboratorium mahasiswa. Nahrawi berharap besar agar kelak setelah lulus, para mahasiswa bisa membawa pulang ilmu ini dan mengembangkan ekosistem pertanian modern di daerah asal mereka masing-masing.

Dari obrolan santai di pesisir Paiton, Tanjoeng Farm kini membuktikan bahwa keterbatasan iklim bukan lagi penghalang jika berpadu dengan teknologi dan tekad yang kuat.

Penulis : Id

Editor : Nos

Sumber Berita : Bolinggonews

Berita Terkait

Pesugihan Sang Kontraktor Rahasia Kamar Gelap dan Target Ritual Ke 100
Kemeriahan Jazz Gunung Series Bromo Sunset Music and Culture Vol. 3 di Probolinggo
Kisah Pelaku Pesugihan Akibat Teror Pinjol
KA Commuter Kini Jadi Andalan Pekerja di Jalur Surabaya – Probolinggo
Beginilah Cara Mantan Pelaku Pesugihan Penjual Soto Kaya Mendadak
Inilah 10 Desa Paling Angker di Indonesia yang Menyimpan Misteri
Pesugihan Gunung Kawi, Rahasia di Balik Kejayaan Janda Kaya Bos Grosir
China Town Menjadi Destinasi Wisata Budaya dan Kuliner Baru di Kota Probolinggo

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:00 WIB

Pesugihan Sang Kontraktor Rahasia Kamar Gelap dan Target Ritual Ke 100

Senin, 20 Juli 2026 - 12:28 WIB

Kemeriahan Jazz Gunung Series Bromo Sunset Music and Culture Vol. 3 di Probolinggo

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:48 WIB

Kisah Pelaku Pesugihan Akibat Teror Pinjol

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:41 WIB

KA Commuter Kini Jadi Andalan Pekerja di Jalur Surabaya – Probolinggo

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:42 WIB

Beginilah Cara Mantan Pelaku Pesugihan Penjual Soto Kaya Mendadak

Berita Terbaru