PROBOLINGGO,Bolinggonews.com – Menjelang Hari Raya Iduladha atau Idul Adha, Walikota Probolinggo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah peternakan lokal. Tujuannya untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Selain itu, masyarakat sangat menantikan momen Idul Adha setiap tahunnya di Probolinggo.
Walikota menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap kondisi fisik dan lalu lintas ternak. Hal ini mencegah penyebaran penyakit yang membahayakan konsumen saat perayaan Idul Adha.
“Kita tahu sekarang banyak penyakit hewan yang bisa mengganggu kesehatan, tidak hanya pada hewannya saja, tetapi juga kepada yang mengonsumsi. Jika ada satu saja ternak yang tidak sehat, penyakitnya akan sangat cepat menyebar,” ujar Walikota.
Ia pun mengimbau para peternak agar lebih selektif dan ketat dalam memperhatikan rekam jejak kesehatan hewan. Khususnya terhadap hewan yang masuk ke Probolinggo menjelang Idul Adha.
Sidak tersebut juga mengungkap adanya penurunan harga sapi yang cukup signifikan. Sebagai contoh, sapi jenis Madura yang awalnya dibanderol Rp24 juta kini turun menjadi Rp19 juta.
Walikota menilai hal ini sebagai berkah yang membuat anggaran masyarakat menjadi lebih efisien.
“Dengan penurunan harga ini, jika membeli di sini sekarang, anggarannya bisa dialihkan untuk menambah pembelian sekitar 2 hingga 5 ekor kambing,” kalkulasi Walikota.
Yuda, seorang peternak lokal di kawasan Kanigaran yang menyuplai sapi hingga ke Surabaya, mengonfirmasi adanya perubahan tren pasar tahun ini. Tren tersebut cenderung lebih sepi di awal akibat faktor ekonomi nasional.
“Kondisi tahun lalu sebenarnya terasa lebih ramai. Tampaknya faktor ekonomi nasional membuat masyarakat lebih berhati-hati dan cenderung berspekulasi di awal,” ungkap Yuda. Selain itu, puncak penjualan biasa terjadi menjelang puncak Idul Adha.
Meski sempat landai, Yuda bersyukur karena permintaan melonjak signifikan di menit-menit akhir (last minute).
Hingga saat sidak, ia berhasil menjual 35 ekor sapi. Dari jumlah itu, 20 ekor dikirim ke Surabaya dan 15 ekor untuk pasar lokal Probolinggo. Hal ini membuktikan bahwa semangat berkurban masyarakat tetap kokoh, terlebih saat Idul Adha tiba.
Penulis : Id
Editor : Nos
Sumber Berita : Bolinggonews












